"Ngapunten Yai, kulo kok angel sanget olehe ngapalke. Nyuwun dunga lan amalan, Yai.."
"Yo ta wenehi amalan. Tapi ta' takoni sik, opo koe tenanan tresno karo Quran?"
Makclep!
--- pendidikan pesantren pada fitrahnya adalah pendidikan berbasis minat dan kemauan, bukan asal ikut tren ---
Tahukah Anda?
Kiai Abdullah Rosyad sangat ingin menghapal Quran, ia berjuang untuk bisa menghapalnya, berbagai upaya lahir dan batin dilakoninya, namun Allah tidak menakdirkannya menjadi hafizh Quran. Namun kecintaannya terhadap Quran berbuah pada putranya, yakni Kiai Munawwir bin Abdullah Rosyad, Krapyak Yogyakarta. Kiai Munawwir ini di kemudian hari menjadi ulama ahli Quran dan salah satu muara sanad Quran di Nusantara, setelah puluhan tahun bermukim di Tanah Suci. Pesantren yang diasasnya hingga hari ini telah berhasil membina ribuan hafizh Quran. Bahkan banyak di antara murid-muridnya yang membuka pesantren-pesantren tahfizh Quran legendaris.
Tahukah Anda?
Kiai Amin Said dan istrinya bukanlah penghapal Quran. Namun keduanya adalah orang-orang yang sangat cinta kepada Quran, sehingga rutin mengkhatamkannya seminggu sekali. Tirakat kedua orang tua ini berbuah kepada putranya, yakni Kiai Arwani bin Amin Said, Kudus. Kiai Arwani menjadi salah satu murid kinasih Kiai Munawwir Krapyak, yang kemudian membuka pengajian Quran di Kudus, menulis karya tentang Qira'ah Sab'ah, serta pesantren yang diasasnya menjadi lembaga tahfizh terbaik di Nusantara hingga saat ini.
Ingin anak keturunan tersinari cahaya Quran? Mari kita mulai dari diri kita sendiri.
INGIN PUTRA-PUTRI KITA MENJADI PELANJUT AHLI / HAFAL AL-QUR'AN? INI TIPSNYA!
Reviewed by Unknown
on
12.08
Rating:
Reviewed by Unknown
on
12.08
Rating:






Tidak ada komentar: